Senimanpeta, hanyalah nama samaran pemuda jogja yang memilih peta sebagai jalan hidup. Karena orang butuh peta, dia bisa bekerja dan berekspresi, mengumpulkan butir-butir nasi, membuatnya menjadi sepiring nasi, menambahinya dengan lauk dan segelas minuman menyegarkan. Itulah jalan hidup yang dipilih dan ditekuni.
Pertama kali menggambar peta diatas media sarung bantal, sejak balita bakat terpendam ini sudah kelihatan. Ibunda selalu rajin mencuci sarung bantal agar peta bisa berganti ke sheet yang baru dengan nomor baru dan sumber data yang baru. Sayang tidak diketahui metadatanya pada waktu itu.
Secara formal belajar dari salah satu Universitas terkemuka di Jogja, dijurusan yang tepat dan mendapatkan pengajaran yang dapat mengasah bakat itu. Mata kuliah Kartografi Dasar menjadi kuliah pertama yang diambil. Kemudian kuliah GIS & Remote Sensing melengkapi pengetahuan, teknik dan membuka gerbang rejekinya.
Lebih dari 2 tahun, kluyuran, merantau menekuni jalan hidupnya. Perkenalan dengan Sir Mbilung MacNdobos membuka keinginan terpendam sejak lama. Memetakan dunia per-ndobosan menjadi bahan yang menarik.
dari pakultas nggeografi atau nggeo-nggeo lainnya ya mas?
yang pasti sebagai kartograper, mata njenengan itu pasti stereokopis
btw, beruntung saya punya buku si portugis, “early mapping years in south east asia” dengan harga murah.
salam untuk pak projo
By: paman tyo on June 3, 2008
at 10:28 pm
saya pakultas geografi paman, bukan yang laen
, besok kalo pulang ke jogja dan mampir kampus, salam penjenengan saya haturkan guru saya itu.
buku itu dibeli dimana paman?shopingcenter dan sepanjang jalan depazter (depan pasar terban) tidak ada je..
By: senimanpeta on June 3, 2008
at 11:30 pm