Nggak usah ngomongin definisi peta versi ICA yang dakik-dakik, text book banget. Sederhana saja, peta adalah gambaran seluruh/sebagian permukaan bumi di bidang datar dengan segala pernak-perniknya. Wis..
Mau digambar dimedia kertas, kaca ampe plat titanium sama, itu peta. Ndak usah bingung dengan segala ragamnya, mbuh denah, chart, intinya adalah menunjukkan suatu lokasi. Fungsi utama ini.., soalnya kalau cuma bisa dipandangi itu cuma “pajangan”, bisa jadi cuma lukisan, atau gambar yang tidak memberikan informasi tentang suatu lokasi. Lain kali dibahas fungsi tambahannya deh..
Mengapa harus peta..? wong untuk menunjukkan lokasi kita bisa bertakon orang laen kok.., malu bertanya sesat dijalan..
Misalnya begini, sampeyan itu aseli salah satu deso di Bantul mau ke pasar Beringharjo. Baru bisa naik sepeda motor, SIMnya baru dan pingin ke pasar itu mencari barang-barang ajaib dan langka. Blas tidak tau nama jalan, ngertinya cuma ndilor-ndidul (mana utara-selatan selatan). Ketika ketemu Pak Polisi yang sedang ngatur lalu lintas di prapatan Palbapang ( nama salah satu perempatan di Bantul), sampeyan bertanya, “Pak, pasar Beringharjo itu ada dijalan apa?”, Pak Polisi itu menjawab, “dijalan Malioboro..”. Whelah, jalan Malioboro itu dimana ya ndak tau to, kalo dari Palbapang harus nyengklak motor ke arah mana yo ndak tahu. Apa njur mulih saja, mundur isin… Padahal sudah pamit sama Bapak & si Mbok, tetangga sak deso. Kalau ada peta jalan kota jogja dan sampeyan bisa baca, beres. Tinggal dibuka gulungannya, dilembarkan, dibaca, sampeyan dipeta ada dijalan mana, mau ke mana, bisa ditemukan jalan-jalan yang perlu dilalui.
Nggak jaminan setelah bertanya sampeyan jadi tidak tersesat to.., asal petadan sampeyan bisa membaca, ilmu sampeyan yang sebatas ndilor-ndidul tadi masih lebih berguna daripada keterangan Pak Polisi tadi
1 | zaman sekarang apa masih ada anak bawa enthung (kepompong), untuk menanya arah, endi lor endi kidul
2 | di jakarta banyak orang tak tahu arah, karena yang penting adalah lurus, kanan, kiri, depan, belakang. pengecualian berlaku untuk mereka yang peduli kiblat (ibadah)
3 | kadang gps receiver masih kalah pinter dibandingkan tukang ojek
4 | salah satu eh salah sekian peta yang bikin saya takjub adalah peta pedesaan jawa bikinan us army setelah perang dunia kedua. sial bener
5 | btw, dulu, setahu saya, untuk kepentingan grafika, litografi bagus dimiliki oleh kartografi tni ad — bukan di studio sekolah seni rupa
6 | mata saya siwer apa ya? pernah lihat udara (stereo, dua lembar), pakai lensa, malah puyeng
mungkin mata saya kayak unggas. perlu diperiksa sir mbilung
By: paman tyo on June 3, 2008
at 10:35 pm
1. masih paman, ya saya ini..

2. semoga orang tau kiblatnya masing-masing paman, jadi tidak srudag-srudug waton, kasihan yang tak bersalah ke srudug..
3. lha iya wong tukang ojeg kalo kita tanya semaur (= menjawab) dengan suara dan bisa belajar, kalo GPS receiver ndak bisa
4. betul paman, peta handal salah satunya us army keluaran AMS
5. paman, peta bisa dilihat dari sisi yang berbeda, kalo yang ngerasa tidak penting, print out peta ukuran A0 bisa dijadikan alas duduk ngobrol bareng
6. paman salah ambil, dua lembar foto udara itu mesti ada bagian yg bertampalan gitu kata pak guru saya dulu, makin puyeng kalo fotonya foto yang laen ..:)
By: senimanpeta on June 3, 2008
at 11:24 pm