Posted by: senimanpeta | June 3, 2008

Peta.., apa dan mengapa

Nggak usah ngomongin definisi peta versi ICA yang dakik-dakik, text book banget. Sederhana saja, peta adalah gambaran seluruh/sebagian permukaan bumi di bidang datar dengan segala pernak-perniknya. Wis..

Mau digambar dimedia kertas, kaca ampe plat titanium sama, itu peta. Ndak usah bingung dengan segala ragamnya, mbuh denah, chart, intinya adalah menunjukkan suatu lokasi. Fungsi utama ini.., soalnya kalau cuma bisa dipandangi itu cuma “pajangan”, bisa jadi cuma lukisan, atau gambar yang tidak memberikan informasi tentang suatu lokasi. Lain kali dibahas fungsi tambahannya deh..

Mengapa harus peta..? wong untuk menunjukkan lokasi kita bisa bertakon orang laen kok.., malu bertanya sesat dijalan..

Misalnya begini, sampeyan itu aseli salah satu deso di Bantul mau ke pasar Beringharjo. Baru bisa naik sepeda motor, SIMnya baru dan pingin ke pasar itu mencari barang-barang ajaib dan langka. Blas tidak tau nama jalan, ngertinya cuma ndilor-ndidul (mana utara-selatan selatan). Ketika ketemu Pak Polisi yang sedang ngatur lalu lintas di prapatan Palbapang ( nama salah satu perempatan di Bantul), sampeyan bertanya, “Pak, pasar Beringharjo itu ada dijalan apa?”, Pak Polisi itu menjawab, “dijalan Malioboro..”. Whelah, jalan Malioboro itu dimana ya ndak tau to, kalo dari Palbapang harus nyengklak motor ke arah mana yo ndak tahu. Apa njur mulih saja, mundur isin… Padahal sudah pamit sama Bapak & si Mbok, tetangga sak deso. Kalau ada peta jalan kota jogja dan sampeyan bisa baca, beres. Tinggal dibuka gulungannya, dilembarkan, dibaca, sampeyan dipeta ada dijalan mana, mau ke mana, bisa ditemukan jalan-jalan yang perlu dilalui.

Nggak jaminan setelah bertanya sampeyan jadi tidak tersesat to.., asal petadan sampeyan bisa membaca, ilmu sampeyan yang sebatas ndilor-ndidul tadi masih lebih berguna daripada keterangan Pak Polisi tadi

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.